Senin, 31 Agustus 2015

Membuat Repository pada Debian Server

Repository, adalah sekumpulan paket-paket aplikasi atau program untuk sebuah sistem operasi (red : Linux) yang digunakan untuk menunjang kinerja dari sebuah aplikasi, program, dan sebagainya yang didapatkan dari Server Mirror website paket-paket tersebut.
Saat ini saya akan membuat repository debian pada localhost.

1. Install dahulu debian anda

2. Pastikan anda sudah mempunyai iso-nya dan pastikan anda mempunyai ruang harddisk unruk reponya.


3.  Selanjutnya install paket-paketnya
#apt-get install apache2 dpkg-dev rsync



4. Buat beberapa folder
#mkdir /repo
#mkdir /media/dvd1
#mkdir /media/dvd2
#mkdir /media/dvd3
#mkdir -p /repo/pool/
#mkdir -p /repo/dists/jessie/main/binary-amd64/
#mkdir -p /repo/dists/jessie/main/source/
Untuk binary-amd64 yang berwarna merah muda bisa disesuaikan arsiteksur CD/DVDyang anda miliki.


 5. Kemudian kita mount dengan perintah:
#mount -o loop debian-8.1.0-amd64-DVD-1.iso /media/dvd1
#mount -o loop debian-8.1.0-amd64-DVD-2.iso /media/dvd2
#mount -o loop debian-8.1.0-amd64-DVD-3.iso /media/dvd3


6. Selanjutnya anda hanya perlu me-rsyn kan semua dvd dengan perintah
#rsync -avH /media/dvd1/pool/ /repo/pool
#rsync -avH /media/dvd2/pool/ /repo/pool
#rsync -avH /media/dvd3/pool/ /repo/pool


 7. Selanjutnya masuk folder repo
#cd /repo/


8. Kemudian lanjutkan dengan mendeteksi dan mendaftarkan seluruh paket yang ada dengan perintah
#dpkg-scanpackagas . /dev/null | gzip -9c > Packages.gz



9. Untuk mengecek apakah scan sudah selesai dapat dicek dengan perintah
#ls -l


10. Kita scan lagi
#dpkg-scansources . /dev/null | gzip -9c > Sources.gz



11. Kemudian kita pindahkan hasil-hasil tersebut
#mv Packages.gz /repo/dists/jessie/main/binary-amd-64/
#mv Sources.gz /repo/dists/jessie/main/source/


12. Selanjutnya untuk membuatnya dapat diakses dari server-server lain anda cukup membuat simbolik dari repo ke /var/www/html dengan nama debian dengan perintah
 #ln -s /repo /var/www/html/debian


13. Kemudian kita coba debian kita menggunakan repo yang sudah kita buat, dapat dikonfigurasi di
#nano /etc/apt/source.list


14. Kemudian kita update





Sabtu, 29 Agustus 2015

Installasi DNS

DNS atau Domain Name System, adalah sebuah server yang berfungsi menangani translasi penamaan host-host kedalam IP Address, begitu juga sebaliknya dalam menangani translasi dari IP Address ke Hostname/Domain. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya, bukan domainnya. Akan tetapi, manusia jauh lebih sulit dalam mengingat angka-angka dibanding dengan huruf.
Contohnya saja, lebih mudah mana mengetikkan alamat ip 118.98.36.20 di browser dibandingkan dengan mengetik domain www.google.com saja? Tentunya lebih mudah mengingat yang www.google.com bukan? Untuk itulah DNS Server dibuat,dimana alamat IP akan diubah menjadi domain, begitu pula sebaliknya. Aplikasi DNS yang paling sering digunakan di debian adalah bind9.

Langkah-langkah Instalasi dan Konfigurasi bind9 pada Debian Server :

#apt-get install bind9


Mengkonfigurasi DNS cukup mudah asal anda harus teliti berikut ini file-file yang anda harus konfigurasi didalam folder /etc/bind/ : named.conf.local , db.fordwar , db.reverse , dan di /etc/resolv.conf atau /etc/network/interfaces
Pertama dalam konfigurasi ini anda harus membuat domain terlebih dahulu contoh smk.net lalu anda harus tahu ip server nya contoh milik saya 192.168.137.2 kemudian anda tentukan nama db.forward dan db.revese contoh nya db.forward saya beri nama db.smk kemudian db.revese saya beri nama db.192 lalu setelah menentukan itu mulai untuk mengkonfigurasi :

 Masuk direktory bind
#cd /etc/bind/


Edit named.conf.local
#nano /named.conf.local


Tambahkan baris berikut ini ke bagian bawah setelah //include "/etc/bind//zones.rfc1918";
://include "/etc/bind/zones.rfc1918";

zone "smk.net" {
type master ;
file "/etc/bind/db.smk";
};
zone "15.168.192.in-addr.arpa" {
type master ;
file "/etc/bind/db.192" ;
};

Setelah anda tambahkan silahkan anda keluar dan simpan , tekan ctrl+x tekan y tekan enter.

Menyalin beberapa file untuk mempermudah :
#cp db.local db.smk
#cp db.127 db.192


Setelah itu anda edit db.smk dengan perintah :#nano db.smk







Lalu edit menjadi seperti berikut ini :
;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@     IN     SOA     saiman.org. root.saiman.org. (
                   2         ; Serial
              604800    ; Refresh
              86400      ; Retry
              2419200  ; Expire
             604800 )   ; Negative Cache TTL
;
@     IN       NS      ns.saiman.org.
@     IN        A       192.168.15.2
@     IN       MX     2      mail.saiman.org
ns     IN       A       192.168.15.2
www IN       A      192.168.15.2
ftp    IN       A       192.168.15.2
mail  IN       A      192.168.15.2
portal IN     A      192.168.15.2



Edit file db.192 dengan perintah :#nano db.192


Lalu edit menjadi seperti berikut ini :


Kemudian anda restart service bind
#/etc/init.d/bind9 restart atau #service bind9 restart
Pastikan tidak error dan failed jika failed dalam restart silahkan anda teliti lagi dalam konfigurasi anda.

Jika sudah berhasil merestart silahkan anda periksa file /etc/resolv.conf dengan
perintah :#cat /etc/resolv.conf

Jika pada saat anda mengecek resolv.conf masih seperti gambar dibawah ini, lakukan langkah selanjutnya


Kita konfigurasi network

Tambahkan
dns-nameservers 192.168.15.2


Restart dengan perintah :
#/etc/init.d/networking restart

Lalu cek lagi konfigurasi resolv-nya


 Jangan lupa install dnsutils
#apt-get install dnsutils



Mencoba dan memeriksa DNS apakah dns anda sudah jalan atau belum , pertama anda test langsung di server dengan perintah :

root@smk:/etc/bind# nslookup saiman.org
Server: 192.168.15.2
Address: 192.168.15.2#53
Name: saiman.org
Address: 192.168.15.2
root@smk:/etc/bind# nslookup www.saiman.org
Server:192.168.15.2
Address: 192.168.15.2#53
Name: www.saiman.org
Address: 192.168.15.2

Pada hasil diata berarti dns telah ditemukan dan berhasil jika ada hasil yang bertuliskan “ ** server can't find smk.net.smk.net: SERVFAIL ” maka konfigurasi anda mungkin ada yang masih salah ataupun kurang lengkap.

Kemudian tuliskan DNS yang sudah dibuat diURL


#REKRUITMENSISJARGEN8
#SISJARLAB


Jumat, 28 Agustus 2015

Error pada saat install DNS

Error yang saya temukan pada saat saya install DNS adalah seperti gambar dibawah ini


Kemudian saya cek bind9 yang sudah ada dengan perintah
#dpkg --get-selections | grep bind9


Selanjutnya kita hapus semua yang sudah ada



Kemudian saya autoremove agar langsung secara otomatis menghapus yang tersisa


Kemudian saya ulang inatall lagi dan alhamdulillah bisa

Kamis, 27 Agustus 2015

Konfigurasi DSL (PPPoE)

Dan kali ini saya akan berbagi kepada anda bagaimana cara mensetting DSL di server dengan menggunakan mikrotik.
- Pertama masuk mikrotik lalu masuk ke menu interface untuk menamai interface yang akan digunakan sebagai DSL.



- Selanjutnya pindah ke meni IP lalu pilih yang Addresses. Kliklah tanda (+) untuk menambahkan IP Addressnya


- Masih dimenu IP, sekarang pindah ke submenu Pool klik tanda (+) untuk membuat pool baru.
Isikan nama dan IP Address sesuai dengan jumlah usernya. Misalkan saya akan menggunakan user dengan jumlah 10 maka IP yang harus ditulis adalah 192.168.10.10-192.168.10.20


- Kemudian kita buat profile dengan cara klik menu PPP lalu klik tab Profile. Isikan nama, Local Address ( masukkan IP Address  dari IP yang tadi anda tabahkan ) lalu pada remote masukkan pool yang tadi anda buat.


- Pindah ke tab PPPoE Server berilah centang pada One Session Per Host dan pada Autehentication beri tanda centang pada chap dan pap.


- Buat user pada tab secrets, masukkan name sebagai usernamenya dan password. Pada service pilih yang pppoe. Dan pilih profile yang tadi anda buat.


- Untuk mengecek dengan beberapa user/pemakai silahkan kabel dari ether yang baru saja anda setting sebagai DSL dipindahkan dengan mikrotik ke Swith/HUB. Lalu tancapkan beberapa kabel untuk anda sabungkan ke user anda.

- Jika sudah tertancap. Setting network connection dengan cara klik add lalu pada typenya silahkan pilih DSL. Setelah itu klik ceate lalu anda dienta emasukkan username dan password. Isikan dengan user yang telah anda buat pada secrets tadi.


- Klik tab ethernet lalu klik arah bawah pada Alamat MAC Address. Setelah itu simpan dan keluar.


- Konekkan dengan DSL yang barusaja anda buat. Lalu cek di browser.



#REKRUITMENSISJARGEN8
#SISJARLAB

Mengenal PPPoE

Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE) adalah protokol jaringan untuk encapsulating PPP frame dalam Ethernet frame. Ternyata tak lama setelah tahun 2000, dalam konteks ledakan dari DSL sebagai solusi untuk paket tunneling melalui koneksi DSL ke ISP 's IP jaringan, dan dari sana ke seluruh internet. Sebuah buku 2005 jaringan mencatat bahwa "Kebanyakan penyedia DSL menggunakan PPPoE, yang menyediakan otentikasi, enkripsi, dan kompresi."  penggunaan Khas PPPoE melibatkan memanfaatkan fasilitas PPP untuk otentikasi pengguna dengan username dan password, didominasi melalui PAP protokol dan kurang sering melalui CHAP.
 
Pada peralatan pelanggan lokal, PPPoE dapat diimplementasikan baik dalam terpadu gerbang perumahan perangkat yang menangani kedua DSL modem dan IP routing yang fungsi atau dalam kasus sederhana modem DSL (tanpa dukungan Routing), PPPoE dapat ditangani di balik itu pada router Ethernet-satunya yang terpisah atau bahkan langsung di komputer pengguna. (Dukungan untuk PPPoE hadir di sebagian besar sistem operasi, mulai dari Windows XP,  GNU / Linux untuk Mac OS X. Baru-baru ini, beberapa GPON berbasis gateway perumahan (bukan-DSL berbasis) juga menggunakan PPPoE, meskipun status PPPoE dalam standar GPON marjinal.
PPPoE dikembangkan oleh UUNET, Redback Networks (sekarang Ericsson) dan RouterWare (sekarang Wind River Systems) dan tersedia sebagai informasi RFC 2516.
Dalam dunia DSL, PPPoE itu umumnya dipahami untuk berjalan di atas ATM (DSL) sebagai transportasi yang mendasari, meskipun tidak ada pembatasan seperti itu tidak ada dalam protokol PPPoE itu sendiri. Skenario penggunaan lain kadang-kadang dibedakan dengan memaku sebagai akhiran transportasi yang mendasari lain. Misalnya, PPPoEoE, ketika transportasi adalah Ethernet sendiri, seperti dalam kasus Metro Ethernet jaringan. (Dalam notasi ini, penggunaan asli dari PPPoE akan dicap PPPoEoA, meskipun tidak harus bingung dengan PPPoA, yang merupakan protokol enkapsulasi yang berbeda.)
PPPoE telah dijelaskan dalam beberapa buku sebagai "lapisan 2,5" protokol, dalam arti sederhana mirip dengan MPLS karena dapat digunakan untuk membedakan yang berbeda IP arus berbagi infrastruktur Ethernet, meskipun kurangnya PPPoE switch membuat keputusan routing berdasarkan PPPoE headers batas penerapan dalam hal itu.

Sumber : Wikipedia 

#REKRUITMENSISJARGEN8
#SISJARLAB

Rabu, 26 Agustus 2015

Setting NTP Client

Cara setting NTP atau waktu bisa juga di client caranya :

1. Buka pengaturan waktu


2. Lali kita  klik Internet Time lalu Change Settings


 3. Masukkan IP Server lalu Update now


Selnjutnya klik ok